Sabtu, 18 Agustus 2018
 
Redaksi | Post date : 05 Februari 2018 Jam 05:25:17 Wib
 
Medan : Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Sumatera Utara menjalin sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Konstruksi dalam penyediaan tenaga kerja bersertifikat. Sebelumnya ASTTI Sumut sudah bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan dan Latihan Kerja (BBPLK) Medan dalam melatih dan mensertifikasi tenaga kerja konstruksi.
 
Ketua DPD ASTTI Sumut, Saut B Pardede mengatakan, Pemerintah telah mengucurkan anggaran hingga Rp200 triliun dari APBN untuk pembangunan sejumlah infrastruktur. Sementara tenaga terampil yang bekerja di sektor konstruksi hampir 90 persen diserap oleh BUMN yang mengerjakan sebagian besar proyek infrastruktur tersebut. 
 
Namun BUMN sering melibatkan pihak swasta sebagai sub kontraktor atau mitra penyedia kelengkapan proyek infrastruktur, yang masih banyak menggunakan tenaga kerja belum bersertifikat. Padahal, penggunaan tenaga kerja bersertifikat adalah mutlak untuk menjamin kualitas pekerjaan.
 
“Sekarang ini penggunaan tenaga kerja bersertifikat itu mutlak. Ke depan tidak saja di tahap tender, tapi juga pada pelaksanaan,” kata Saut dalam pertemuan ASTTI dengan BUMN konstruksi, BBPLK Medan, SMKN 13 Medan, dan Politeknik Negeri Medan, di Waroeng Ngetem, Kamis (1/2/2018) lalu. 
 
Saut berharap BUMN dapat bersinergi dengan asosiasi profesi dalam merekrut tenaga kerja bersertifikat. Dengan demikian diharapkan 
perekonomian masyarakat di daerah dapat meningkat. 
 
“Apalagi pemerintah sekarang ini membuat program pendidikan vokasi pada masyarakat pedesaan agar ekonomi tumbuh dari bawah ke atas,” ujarnya. 
 
Saut menyebutkan, sejalan dengan program pemerintah tersebut, DPP ASTTI mencanangkan secara nasional untuk merekrut tenaga kerja di semua sektor konstruksi, agar dapat mengikuti pelatihan yang dibiayai pemerintah melalui APBN tersebut.
 
Untuk Sumatera Utara, ASTTI Sumut telah menjalin kerjasama dengan BBPLK Medan untuk melatih tenaga kerja konstruksi. Nantinya para tenaga kerja yang mengikuti pelatihan tersebut akan mendapatkan dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan BNSP agar dapat diterima di pasar kerja. 
 
ASTTI juga akan menjembatani agar para tenaga kerja tersebut dapat memperoleh sertifikat kompetensi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) agar dapat bekerja di sektor konstruksi yang digarap BUMN.*
Dibaca 266 kali

Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab konstruksisumut.com.

Semua hasil karya yang dimuat di konstruksisumut.com baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta konstruksisumut.com.