Sabtu, 18 Agustus 2018
 
Redaksi | Post date : 18 Februari 2018 Jam 05:29:58 Wib
 

Tebing Tinggi – Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Sumatera Utara mendukung program pemerintah yang sedang mengevaluasi sistem pendidikan di Indonesia selama ini, terutama di SMK, yang dinilai belum singkron dengan pasar kerja. Sehingga Indonesia selalu tertinggal dari negara maju dalam hal tenaga kerja profesional.

“SMK seharusnya melahirkan peserta didik yang profesional dan mampu memasuki dunia kerja, dan responsif terhadap kemajuan teknologi,” kata Ketua DPD ASTTI Sumut, Saut B Pardede, pada acara sosialisasi dunia bidang konstruksi, di SMK Teknologi dan Industri Taman Siswa Tebing Tinggi, Sabtu (17/2/2018).

Dikatakan Saut, SMK seharusnya memiliki sarana untuk praktek para siswa, yang memang memerlukan biaya tinggi untuk investasi dan operasional. Faktanya, tidak semua SMK memiliki tempat praktek, sehingga banyak lulusan SMK tidak memiliki kemampuan untuk memasuki dunia kerja.

“Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, dibutuhkan tenaga kerja yang terampil dan profesional yang dihasilkan lembaga pendidikan yang profesional juga,” ujarnya.

Saut menuturkan, bila seorang tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, maka ia akan mudah masuk dunia kerja. Di negara maju, katanya, perbandingan pendidikan khusus/kejuruan dan umum itu 70:30. Berbeda dengan Indonesia, masyarakat justru lebih banyak memilih sekolah umum.

“Pemerintah menyadari ini, sehingga mendorong lulusan SMK yang profesional dengan mengucurkan dana untuk pendidikan vokasional, dan untuk pelatihan non formal. Bukan saja untuk peserta didik, tapi juga pada pengangguran yang jumlahnya sangat besar,” kata Saut.

Oleh karena itu, kata Saut, fasilitas yang disiapkan pemerintah tersebut seharusnya direspon oleh sekolah kejuruan, seperti SMK Teknologi dan Industri Taman Siswa Tebing Tinggi, sehigga dapat meningkatkan profesionalisme para peserta didiknya.

“SMK Taman Siswa ini sangat strategis, berada di salah satu jantung ekonomi Sumatera Utara, berdekatan dengan proyek strategis. Ada KEK Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan proyek-proyek strategis lainnya. Sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja profesional untuk bisa masuk ke sana,” kata Saut.

Saut berharap, dari pertemuan tersebut para peserta lebih mengenal tentang dunia konstruksi dan kebutuhan pasar kerja. Sehingga pasar konstruksi yang cukup luas dapat diisi oleh para siswa lulusan SMK yang profesional. 

Sosialisasi tersebut juga dihadiri Ketua Perguruan Taman Siswa Tebing Tinggi, Surya Herdadi dan Kepala Sekolah SMK Teknologi dan Industri Taman Siswa Tebing Tinggi, Suhartana. Sementara para peserta terdiri dari guru SMK Taman Siswa dan sejumlah SMK negeri di Tebing Tinggi, serta alumnus SMK Taman Siswa Tebing Tinggi.

Sementara dari ASTTI Sumut, turut mendampingi Saut Pardede, yakni Sekretaris ASTTI Fery Eldi, Wakil Ketua Indra Harahap, Wakil Ketua Rahmatullah, Wakil Ketua Agus Suranto, Bendahara Lebora, dan Wakil Bendahara Rita Ayunda. *

Dibaca 318 kali

Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab konstruksisumut.com.

Semua hasil karya yang dimuat di konstruksisumut.com baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta konstruksisumut.com.