Sabtu, 18 Agustus 2018
 
Redaksi | Post date : 10 Agustus 2018 Jam 20:06:02 Wib
 
Medan – PEMERINTAH terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia guna mendongkrak daya saing Indonesia di dunia internasional. Tahun depan, Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menargetkan 1,4 juta tenaga kerja mengikuti pelatihan keterampilan.
 
Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI, Muhammad Zuhri mengatakan, selama ini pelatihan tenaga kerja yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di seluruh Indonesia tidak mencapai satu juta orang. Anggarannya pun tidak pernah lebih besar dari Rp 1,4 triliun. 
 
Namun tahun depan, anggaran untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia naik signifikan hingga tiga kali lipat yakni mencapai Rp 4 triliun lebih. Jumlah tersebut merupakan 50 persen lebih dari anggaran total Kementerian Tenaga Kerja. 
 
“Kita sudah bertahun-tahun anggaran pelatihan itu di kisaran Rp 1,4 T paling tinggi. Sekarang meningkat. Kita usulkan Rp 5,4 T tetapi jadinya itu Rp 4 T. Jadi dari sekitar Rp 7 T anggaran Kementerian Tenaga Kerja, itu Rp 4 T untuk pelatihan,” kata Zuhri di Medan, Kamis (9/8/2018).
 
Zuhri menjelaskan, peningkatan kualitas SDM ini menjadi perhatian Pemerintah, karena sesuai dengan nawa cita Presiden RI Joko Widodo yang salah satu poinnya adalah meningkatkan produktifitas rakyat dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.
 
Meskipun diakui Zuhri, hal itu baru dapat direalisasikan pada dua tahun terakhir Pemerintahan Jokowi-JK. 
 
“Pemerintah punya kendala dengan APBN. Maka pada 3 tahun pertama fokus Pemerintah pada peningkatan infrastruktur. Dua tahun tersisa, Pak Jokowi komitmen meningkatkan kualitas SDM, baik melalui pelatihan maupun pendidikan,” ujarnya.
 
Dikatakan Zuhri, 1,4 juta tenaga kerja yang dibidik tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang tidak menyelesaikan dunia pendidikan, yakni yang tidak lulus SD dan SMP.
 
“Dari 6,87 jumlah pengangguran terbuka kita sesuai data BPS, itu 5-6 persen tidak lulus SD dan SMP. Menteri menekankan bagaiamna kita menangani masalah tenaga kerja yang tidak tertangani dunia pendidikan, yang putus-putus sekolah ini. Dia sudah punya anak tapi mau bekerja saja susah,” ujarnya.
 
Dikatakan Zuhri, pelatihan bagi tenaga kerja tersebut akan memanfaatkan balai-balai latihan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. *widi
Dibaca 148 kali

Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab konstruksisumut.com.

Semua hasil karya yang dimuat di konstruksisumut.com baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta konstruksisumut.com.