Sabtu, 18 Agustus 2018
 
Redaksi | Post date : 19 Mei 2016 Jam 05:58:22 Wib
 

Karangasem - KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) berencana membangun pemecah gelombang (breakwater) apung sepanjang 150 meter di Pantai Candidasa, Bali. Pembangunan breakwater tersebut dinilai sangat dibutuhkan karena limpasan gelombang khususnya pada musim gelombang tinggi telah mengakibatkan erosi di Pantai Candidasa.

Erosi tersebut mengkhawatirkan karena mengancam potensi pariwisata Candidasa. Untuk itu Pantai Candidasa memerlukan struktur pengaman pantai yang melindungi kawasan wisata dan sekaligus menciptakan perairan pantai yang tenang.

Kepala Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali, I Nyoman Sueta belum lama ini mengatakan bahwa selama ini pembangunan pengaman pantai dilakukan dengan menggunakan teknologi konvensional. Ia berharap dengan teknologi baru yang dibawa oleh tim Balitbang Kementerian PUPR dapat mengatasi masalah infrastruktur di Bali.

“Selaras dengan kebijakan pembangunan daerah pesisir, pembangunan wahana apung dapat dibangun tanpa harus melakukan reklamasi dan merusak lingkungan,” kata Sueta.

Breakwater dengan teknologi apung dipilih karena memiliki banyak keunggulan dibanding dengan teknologi konvensional. Salah satu keunggulan teknologi apung yaitu dapat menekan biaya pengeluaran daripada dengan penggunaan teknologi konvensional. Keunggulan lainnya dari sistem apung yaitu tidak terpengaruh dengan kondisi tanah yang buruk dan juga dapat dipindah-pindah.

Kepala Balitbang Kementerian PUPR, Arie Setiadi berharap dengan dibangunnya pereduksi gelombang di Candidasa dapat mengurangi impact gelombang terhadap pesisir pantai. Dengan adanya breakwater ini juga dapat digunakan untuk pengisian pasir yang lebih terukur.

Penggunaan teknologi apung hasil pengembangan tim Balitbang PUPR ini juga tidak akan banyak mempengaruhi pariwisata setempat karena dengan teknologi ini, sirkulasi air dan migrasi ikan tidak terganggu mengingat Pantai Candidasa merupakan salah satu lokasi wisata potensial di Bali.

Pembangunan pemecah gelombang apung ini juga akan dapat mengurangi hanyutnya pasir eksisting yang disebabkan oleh ombak. Pembangunan ini nantinya akan mendukung rencana BWS Bali yang akan melakukan sand nourishment di Pantai Candidasa.

“Aspek lingkungan menjadi perhatian khusus agar pembangunan tidak merusak lingkungan. Teknologi ini mempertimbangkan aspek keindahan dan lingkungan selain aspek teknis,” ujar Arie.Selain pemecah gelombang apung di Candidasa, Balitbang Kementerian PUPR telah merencanakan beberapa pembangunan wahana apung lainnya di Bali.

“Kami juga akan mengembangkan resort apung ramah lingkungan di Buleleng untuk meminimalisir reklamasi,” ucap Arie.
Pembangunan pemecah gelombang apung di Candidasa masuk dalam rencana kerja Kementerian PUPR 2016 yang tengah menerapkan teknologi modular wahana apung di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Cilacap, Semarang, Buton dan Yapen, Papua. Rencananya wahana apung akan dibangun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.*kpu

Dibaca 566 kali

Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab konstruksisumut.com.

Semua hasil karya yang dimuat di konstruksisumut.com baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta konstruksisumut.com.