Sabtu, 18 Agustus 2018
 
Redaksi | Post date : 18 Oktober 2016 Jam 16:34:50 Wib
 
Jakarta – DIREKTUR Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yaya Supriyatna mengatakan, penerapan Building Information Modeling (BIM) sebagai salah satu Teknologi Information Modelling dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. 
 
Menurut Yaya, teknologi tersebut adalah suatu proses dalam menghasilkan dan mengelola data suatu konstruksi selama siklus hidupnya. BIM menggunakan software 3D, real-time, dan pemodelan dinamis untuk meningkatkan produktivitas dalam desain dan konstruksi bangunan.
 
“Perangkat lunak komprehensif ini membantu spesialis bangunan dan konstruksi untuk mendesain, simulasi, visualisasi dan membangun bangunan yang lebih baik. Selain itu, dari sisi pembinaan usaha, pengggunaan BIM akan meningkatkan kinerja organisasi pengguna jasa konstruksi dan penyedia konstruksi,” kata Yaya dalam Seminar Teknologi “Penggunaan Building Information Modelling (BIM) di Industri Architecture, Engineering, Construction” di Jakarta, Senin, (17/10/2016).
 
Yaya menambahkan manfaat dari sistem teknologi BIM ini yakni, mampu mengurangi kesalahan dan kelalaian, mengurangi proses pengerjaan berulang, dan mampu mengurangi durasi proyek dan meningkatkan keuntungan bagi yang berada di industri Konstruksi.
 
Yaya berharap pengenalan teknologi ini tidak hanya mengenalkan BIM tapi juga melatih tenaga ahli, membantu dalam mengaplikasikan pada penyelenggaraan jasa konstruksi, serta menjalin alih pengetahuan dan pengalaman dengan jasa konstruksi nasional dalam mengembangkan kapasitas penggunaan BIM.*kpu
Dibaca 596 kali

Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab konstruksisumut.com.

Semua hasil karya yang dimuat di konstruksisumut.com baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta konstruksisumut.com.