oleh

Peran Asosiasi Kedepan Dalam Mengurus Kepentingan Anggota

Oleh : Rahmatullah, S.T., M.Sc.

(Wakil Ketua V DPD ASTTI Sumatera Utara)

Berdasarkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) No. 5 Tahun 2017 Tentang Sertifikasi dan Registrasi Tenaga Ahli dan Peraturan LPJK No. 6 Tahun 2017 Tentang Sertifikasi dan Registrasi Tenaga Terampil, yang dimaksud dengan asosiasi profesi adalah asosiasi profesi jasa konstruksi, yaitu satu atau lebih wadah organisasi, dan/atau himpunan orang perseorangan yang terampil, ahli atas dasar kesamaan disiplin keilmuan, profesi di bidang konstruksi dan/atau yang berkaitan dengan jasa konstruksi.

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Nomor 51/Prt/M/2015, diisebut juga bahwa asosiasi profesi umum yang memiliki cabang adalah asosiasi yang memiliki cabang di lebih dari satu provinsi dan anggotanya adalah tenaga ahli dan/atau tenaga terampil yang memiliki kompetensi pada lebih dari satu bidang jasa konstruksi.

Peran asosiasi sangat penting dalam mendorong terciptanya persaingan yang sehat dan profesional dalam proses pengadaan jasa konstruksi. Proses pengadaan jasa konstruksi diperlukan tenaga ahli konstruksi yang profesional. Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia yang selanjutnya disebut Tenaga Ahli adalah tenaga dengan sertifikat keahlian berdasarkan klasifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang jasa konstruksi.

Sertifikat Keahlian Kerja yang selanjutnya disebut SKA adalah Sertifikat yang diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi persyaratan berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/atau keahlian tertentu. Sertifikat Keterampilan yang selanjutnya disingkat SKT adalah bukti pengakuan kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja seseorang di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau keterampilan tertentu. Permohonan SKA dan SKT diajukan melalui asosiasi profesi.

Anggota asosiasi profesi yang berada dibawah kepengurusannya harus tetap dilakukan pendataan terkini, tetap dilakukan bimbingan, fresh upgrading dan melakukan komunikasi terjadwal dan terdata dengan baik yang hal tersebut berguna untuk dapat melakukan akses dengan cepat dan penyampaian informasi yang selayaknya dan profesional. Hal ini juga sebagai bentuk tanggung jawab yang harus dilakukan oleh asosiasi profesi terhadap anggota. Memastikan semua SKA dan SKT yang dikeluarkan sesuai dengan kondisi peraturan dan perundangan yang berlaku dan dapat mengikuti arah perkembangan dunia konstruksi dengan tepat dan cepat.

Sebagai contoh adalah penerapan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah upaya memelihara kompetensi Tenaga Ahli untuk menjalankan praktik Tenaga Ahli secara berkelanjutan. Program PKB (PPKB) adalah serangkaian ketentuan mengenai penyelenggaraan PKB; Buku Log adalah buku yang berisi catatan kegiatan PPKB yang dilakukan oleh pemegang SKA.

Penyampaian informasi dengan tepat tentang prinsip-prinsip registrasi tenaga ahli, wewenang dan tanggung jawab registrasi tenaga ahli, wewenang dan tanggung jawab melakukan verifikasi dan validasi awal dokumen, permohonan registrasi, wewenang dan tanggungjawab melakukan penilaian, tata cara permohonan SKA, tata cara penerbitan SKA, tata cara perpanjangan masa berlaku SKA, perubahan data tenaga ahli, klasifikasi / subklasifikasi tenaga ahli, pelaporan, biaya sertifikasi dan registrasi, standar pelayanan minimal proses registrasi, tata cara banding.

Hal tersebut bukan hanya merupakan tanggung jawab anggota dalam memastikan terjaganya ‘kualitas’ SKA nya dan persyaratan untuk perpanjangannya tetapi juga tanggung jawab asosiasi profesi dalam membina dan menjaga kepentingan anggotanya. Pemberian informasi terkini tentang peraturan-peraturan, persyaratan dan lain-lain yang diperlukan yang hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab asosisasi profesi kepada anggotanya didalam melaksanakan profesinya. Bekerjasama dengan LPJK dan Pemerintah khususnya kementerian PUPR dalam mengeluarkan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan dunia konstruksi khususnya dengan kepentingan asosisasi profesi dan kepentingan anggotanya.*

Berikan Komentar

News Feed