oleh

250 Mahasiswa Teknik USU Ikuti Pelatihan Jarak Jauh Balai Penerapan Teknologi Konstruksi

Medan – SEBANYAK 250 mahasiswa dan alumni Fakuktas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) mengikuti Sosialisasi dan Pendampingan Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning) Bidang Konstruksi dari Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Aula Fakultas Teknik USU, Senin (3/9/2018).

Pelatihan tersebut merupakan kerjasama Balai Penerapan Teknologi Konstruksi dengan Fakuktas Teknik USU dan Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI).

Kepala Seksi Perencanaan dan Kerjasama Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Rezza Munawir Manik mengatakan tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswa fakultas teknik sebagai calon tenaga kerja dan juga meningkatkan kompetensi alumni yang sudah bekerja.

Rezza mengungkapkan, peningkatan kompetensi tenaga konstruksi sangat penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat dunia. Sebab saat ini, kata Rezza, daya saing infrastruktur Indonesia ada di urutan ke 52 dari 144 negara.

“Memang kalau dibanding 10 tahun terakhir sudah baik, kita mengalami peningkatan. Tapi kalu dibandingkan negara-negara lain di Asean, kita tertinggal dari Malaysia, Thailand dan Singapura,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Rezza, masifnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini harus diimbangi dengan banyaknya jumlah tenaga konstruksi yang berkualitas. Apalagi ke depan ada perdagangan bebas Asean-Cina atau ASEAN-Cina Free Trade Agreement (ACFTA), yang akan memberi peluang pada tenaga kerja asing, termasuk di sektor konstruksi.

“Karena itu kami mengajak mahasiswa untuk senantiasa meningkatkan kapasitas, harus diupdate terus karena perkembangan zaman selalu berubah. Dan sesuai Undang-undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi di pasal 70, dinyatakan bahwa setiap tenaga kerja konstruksi wajib bersertifikat,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas Teknik USU Seri Maulina menyambut baik dan berterimakasih kepada Balai Penerapan Teknologi Konstruksi yang memilih USU sebagai tempat pelatihan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, baik bagi mahasiswa maupun lulusan untuk mendapatkan informasi atau penjelasan mengenai pelatihan jarak jauh. Kami berharap peserta dapat petunjuk yang benar sehingga mendapat sertifikat sebagai SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) maupun sebagai syarat mengikuti ujian kompetensi untuk mendapatkan SKA tanpa harus menunggu waktu lama,” ujarnya.

Sosialisasi dan Pendampingan Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning) Bidang Konstruksi tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPP ASTTI Eka Sasmita Mulia dan Ketua DPD ASTTI Sumut, Saut B Pardede.*Widi

Berikan Komentar

News Feed