oleh

ASTTI Optimis Terakreditasi

Medan – Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) optimis akan terakreditasi sebagai asosiasi profesi sehingga dapat membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mensertifikasi tenaga terampil dan tenaga ahli.

“Prioritas kita sekarang ini adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi lisensi atau akreditasi yang sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Dengan demikian, nantinya kita bisa membentuk lembaga sertifikasi profesi. Jadi ASTTI harus tersertifikasi dulu dan harus membentuk LSP untuk bisa mensertifikasi tenaga ahli dan tenaga terampil,” kata Ketua Umum DPP ASTTI, Dedy Adhiyaksa, Minggu (2/9/2018).

Menurut Deddy, pihaknya juga sudah membentuk kelompok kerja (pokja) untuk persiapan lisensi tersebut. Dia optimis, dengan pengalaman yang dimiliki, ASTTI dapat terakreditasi menjadi asosiasi profesi.

“Kita sangat siap, dan insyaAllah, karena sudah berpengalaman. Dan ini sudah ketiga kalinya kita akan mengikuti akreditasi,” ujarnya.

Dedy mengungkapkan beberapa pengalaman ASTTI antara lain sudah beberapa kali menjadi kelompok unsur di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang terakreditasi pada 2014.

“Dulu hanya 9 asosiasi profesi yang terlisensi. Malahan ASTTI bisa menjadi Sekber 9 asosiasi profesi yang terakreditasi itu. Dan kita juga sudah terlisensi dalam pengurusan LPJK sekarang, walaupun sekarang makin banyak asosiasi yang terlisensi oleh LPJK,” katanya.

Dedy berharap proses akreditasi asosiasi ini segera terlaksana agar asosiasi bisa segera membentuk LSP. Dengan demikian, asosiasi profesi melalui LSP dapat melakukan sertifikasi tenaga konstruksi. Selama ini asosiasi hanya melakukan verfikasi dan validasi awal (VVA) saja, karena yang berhak melakukan sertifikasi adalah LPJK melalui unit sertifikasi tenaga kerja (USTK), baik itu bentukan masyarakat atau lembaga.

“Nantinya tidak ada lagi yang menerbitkan sertifikat selain LSP. LPJK nanti hanya meregistrasi saja,” pungkas Dedy. *Widi

Berikan Komentar

News Feed