oleh

Terminal Bandara Kulon Progo Dibangun Tahan Gempa 8,8 SR

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) telah merancang mitigasi risiko bencana
gempa dan tsunami di wilayah Bandara Kulon Progo/New Yogyakarta International Airport (NYIA). Bahkan konstruksi terminal bandara dirancang untuk menahan gempa berkekuatan 8,8 richter.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, perseroan sudah membahas mengenai potensi gempa dan tsunami dengan pakar dan akademisi termasuk dari Jepang.

“Jadi sebenarnya terhadap tsunami kita sudah melakukan mitigasi risiko. Jadi dari Angkasa Pura I telah membahas risiko terkait dengan tsunami maupun bencana alam dengan pakar dan akademisi termasuk memanfaatkan pakar dari Jepang. Kita sudah membuat simulasi gempa dan tsunami di bandara tersebut,” katanya dikutip dari detikFinance, Rabu (27/3/2019).

Rancangan mitigasi bencana di Bandara Kulon Progo terlihat dari ketinggian runway dari permukaan laut yaitu 7,4 meter dengan jarak dari bibir pantai 400 meter. Sedangkan untuk bangunan terminal berada 9,25 meter di atas permukaan laut dengan jarak dari bibir pantai 1,2 kilometer (km).

“Jadi gedung di bandara tersebut, terminal itu kita bangun konstruksinya dirancang untuk menahan gempa yang berkekuatan hingga skala 8,8 richter ya dan konstruksinya juga tetap kokoh sekalipun diterjang gelombang tsunami,” ujar Faik.

Faik juga mengatakan bahwa bangunan bandara merupakan yang paling aman di Yogyakarta jika terjadi gempa dan tsunami. Bangunan bandara juga bisa digunakan sebagai tempat evakuasi.

Hal lain lagi, kita juga siapkan gedung crisis center yang bisa berfungsi sebagai tempat evakuasi sementara bagi orang-orang dalam bandara atau orang sekitar bandara. Jadi sudah sangat kita antisipasi terhadap, kita melibatkan pakar tsunami juga dari Jepang,” ujarnya.

Mengenai banjir yang ramai diberitakan pekan lalu, pihaknya juga membantah itu terjadi di dalam proyek Bandara Kulon Progo.

“Tapi di lokasi terminal, lokasi bandara yang kita bangun malah tidak sama sekali. Bahkan di runway kering langsung,” pungkas Faik.*dtf

Berikan Komentar

News Feed