oleh

Menteri PUPR Hadiri 1st ASEAN – Republic of Korea Infrastructure Ministers’ Meeting di Seoul

Seoul — MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mewakili Pemerintah Republik Indonesia menghadiri acara 1st ASEAN – Republic of Korea Infrastructure Ministers’ Meeting di InterContinental Seoul COEX, Senin (17/9/2018).

Acara yang dibuka oleh Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea (Ministry of Land, Infrastructure and Transport / MOLIT) Kim Hyun Mee ini diikuti oleh sejumlah menteri-menteri infrastruktur se-ASEAN. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya kerjasama infrastruktur antar negara-negara ASEAN dengan Republik Korea.

Dalam forum tersebut, Menteri Basuki menyampaikan mengenai perkembangan ekonomi Indonesia yang dapat tumbuh salah satunya didukung oleh pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas empat tahun berjalan Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Acara ditutup dengan pembacaan Ministerial Declaration oleh Menteri MOLIT Kim Hyun Mee.

Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Basuki dengan Menteri MOLIT Korea Kim Hyun Mee dibahas kerjasama di bidang infrastruktur PUPR yakni progres Bendungan Karian, proyek saluran pembawa air baku Karian-Serpong dan Manajemen Pemeliharaan Jembatan.

Dalam pembahasan pembangunan Bendungan Karian di Provinsi Banten disampaikan progresnya saat ini sudah mencapai 52% dan diharapkan pertengahan tahun 2019 akan rampung.

Pembangunan bendungan ini sebagian dibiayai dari pinjaman Pemerintah Korea, yang dimulai pembangunannya sejak Oktober 2015. Bendungan senilai Rp 1,07 triliun dikerjakan oleh kontraktor Daelim Industrial Co, LTD-PT. Wijaya Karya (Persero)-PT. Waskita Karya (Persero) Joint Operation ini memiliki kapasitas tampung efektif 207,5 juta meter kubik.

Menteri Basuki juga mengundang Pemerintah Korea mendukung program normalisasi & revitalisasi Sungai Ciliwung yang membelah Kota Jakarta. Ide ini terungkap saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Korea dan berkesempatan meninjau Sungai Chonggyechon yang juga melintasi di pusat Kota Seoul dan kini menjadi unsur ruang publik yang esensial bagi warga Kota Seoul.

Pada pagi harinya, Menteri Basuki berkesempatan untuk mengunjungi 2 proyek kota baru yaitu Kota Baru Dongtan 2 dan Alphadom City. Kondisi kota Seoul yang metropolis, semakin padat penduduk dan tingginya harga rumah membuat pemerintah Korea Selatan melalui Land Housing (LH), sebuah Badan Usaha Milik Negara untuk melaksanakan proyek kota baru dengan konsep smart city.

Selanjutnya kunjungan dilanjutkan ke Alphadome City, tidak terlalu jauh dari Dongtan 2. Disini Menteri Basuki bersama rombongan berdiskusi dengan pengelola Alphadome City mengenai dinamika perumahan rakyat di Korea dan Indonesia.*kpu

 

Berikan Komentar

News Feed