oleh

Pemda Diusulkan Buat Zonasi Khusus Perumahan MBR

Surabaya – KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengusulkan ada zonasi khusus bagi pengembangan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di setiap daerah, agar target program 1 juta rumah dapat tercapai.

Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahaan, Kementerian PUPR, Didik Sumardi mengatakan, pengembangan rumah MBR memang cukup dilematis lantaran setiap daerah tidak punya zonasi khusus. Sedangkan developer cukup keberatan saat membeli lahan yang semakin mahal.

“Kami ingin pemda-pemda dalam tata ruang dibuatkan sebuah zonasi khusus yang nantinya memberikan ruang untuk pembangunan rumah MBR,” kata Didik di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, secara kebijakan, pemerintah pusat sudah cukup melegakan karena sudah ada KPR bersubsidi, bantuan uang muka dan bantuan perumahan berbasis tabungan.

“Kebijakan ini bisa dimanfaatkan oleh pemda, pengembang dan BPD untuk meraup pasarnya yang masih sangat luas,” katanya.

Kementerian PUPR mencatat ada sekitar 10.000 developer yang terdaftar. Namun, yang tidak tercatat oleh kementerian pun juga masih sangat banyak, sehingga setiap daerah seharusnya bisa mengatasi backlog di masing-masing daerah.

“Tinggal bagaimana BPD membangun relasi yang baik dengan developer, terutama yang konsentrasi untuk membangun rumah MBR,” ungkapnya.

Sementara Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim, M Rudi Ermawan mengatakan, pemda memahami kesulitan pengembang dalam menyediakan rumah MBR karena terkendala lahan yang harganya makin tinggi.

Selain itu, beberapa daerah tidak semuanya menerapkan aturan kelonggaran yang diberikan pemerintah pusat seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), uang muka dan pembiayaan berbasis tabungan.

Meski begitu, lanjutnya, pemda juga turut berupaya dengan membangun rumah tapak sejak 2015 hingga saat ini sebanyak 244 unit dengan menggelontorkan anggaran Rp10 miliar serta rumah susun dengan anggaran Rp7 miliar, setidaknya membantu memenuhi kebutuhan tinggal bagi masyarakat Jatim.*bc

Berikan Komentar

News Feed