oleh

Dolar Melambung, Kontraktor Lokal Terancam Bangkrut

Medan – NILAI tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah yang masih tinggi ikut membebani kontraktor yang melaksanakan proyek infrastuktur. Bahkan kontraktor lokal di Sumatera Utara terancam bangkrut bila Pemerintah tidak mampu menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sekretaris Gapensi Sumatera Utara Syamsudin Waruwu mengatakan, tingginya nilai tukar dolar AS tersebut sangat berdampak pada kontraktor lokal. Sebab kenaikan tersebut ikut menaikkan harga material hingga 4,7 persen.

“Ini sangat berdampak pada anggota-anggota kita di Gapensi. Kita merasa sangat tertekan dan merasakan usaha ini bukan goyang lagi, tapi bisa-bisa kolaps. Karena harga satuan yang telah dianggarkan tahun 2017, dengan kondisi sekarang ini kenaikannya (material) mencapai 4,7 persen,” kata Syamsudin, Senin (22/10/2018).

Syamsudin yang akrab disapa Ucok Kardon tersebut mengungkapkan, material yang paling terkena imbas dari kenaikan dolar ini adalah material impor seperti besi. Bahkan menurutnya, tidak saja material impor, bahan baku lokal juga ikut terdampak akibat melambungnya dolar AS.

“Secara berkaitan harga pasir, aspal, dan lain-lain semua naik, bahkan semen juga naik. Jadi dampak dolar ini sangat berat bagi kita pengusaha,” tegasnya.

Oleh karena itu ia berharap kepada pemerintah agar bisa menyesuaikan harga dolar dengan situasi saat ini, seperti material besi khusus yang didatangkan dari luar negeri.

“Kita harapkan pemerintah dapat mempertimbangkan situasi harga dolar ini dengan harga-harga satuan material yang ada di proyek jasa konstruksi di Sumut ini,” pungkasnya.*widi

Berikan Komentar

News Feed