oleh

Dua Holding BUMN Karya Masuk Tahap Finalisasi

Jakarta — PEMBENTUKAN dua grup usaha BUMN karya, holding BUMN Infrastruktur dan Konstruksi serta holding BUMN Perumahan dan Kawasan, memasuki tahap finalisasi. Terjadi perubahan anggota di masing-masing grup usaha itu dari rencana semula.

Menurut rencana awal, holding BUMN Infrastruktur dan Konstruksi beranggotakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Indra Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), dan PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk.

Sementara holding BUMN Perumahan dan Kawasan akan diisi oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero), dan Perum Perumnas sebagai induk.

Namun, dalam perkembangan terkini, terjadi perubahan komposisi anggota. Wijaya Karya bertukar posisi dengan Adhi Karya.

Ketua Tim Pembentukan Holding BUMN Perumahan dan Kawasan sekaligus Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana mengakui perubahan posisi itu.

“Salah satu kekuatan WIKA ada di gedung highrise,” ujar Tumiyana dikutip dari Bisnis.com, Jumat (9/11/2018).

Dia menambahkan, pembentukan kedua holding BUMN itu akan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum.

“ Insya Allah Desember 2018 selesai. Anggota holding-nya Wijaya Karya, Perumnas, Amarta, dan beberapa konsultan bergabung dalam holding Perumahan dan Kawasan,” ujarnya.

Saat dimintai konfirmasi, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto membenarkan hal tersebut. Namun, pihaknya tidak membeberkan lebih lanjut perubahan susunan anggota holding.

“Betul, posisi terakhir di holding BUMN Infrastruktur dan Konstruksi. Kalau penempatan holding, itu sesuai dengan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Pada awal pekan ini, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang menyebutkan, pembentukan dua holding itu masih dalam proses finalisasi di Kementerian Keuangan. Menurutnya, Pemerintah akan melakukan sosialisasi dan pembentukan diharapkan rampung pada Desember 2018.*bc

Berikan Komentar

News Feed