oleh

Sektor Konstruksi Paling Banyak Dikorupsi di Sumut

Medan – SENTRA Advokasi Untuk Hak dan Pendidikan Rakyat (SAHDAR) menemukan korupsi terbanyak di Sumatera Utara berasal dari pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah, terutama di sektor konstruksi.

“Berdasarkan hasil analisis kita terhadap kasus-kasus korupsi yang muncul ke publik, kasus korupsi dari sektor belanja pemerintah ini yang paling mendominasi keseluruhan permasalahan korupsi di Sumatera Utara,” kata Koordinator Eksekutif SAHDAR, Ibrahim, pada konferensi pers di Medan, Rabu (19/9/2018).

Ibrahim menjelaskan, 90% kasus korupsi PBJ terjadi di sektor vital pendukung tercapainya pembangunan manusia, yakni sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Dimana dari 90% kasus tersebut menempatkan sektor infrastruktur di posisi pertama dengan persentase sebesar 47%, diikuti sektor kesehatan sebesar 23% dan sektor pendidikan sebesar 20%. Sisanya secara merata terjadi di sektor lain seperti, perdagangan, kebersihan, kelautan, perikanan,” sebutnya.

Dikatakan Ibrahim, korupsi di sektor infrastruktur yang terbesar berasal dari sektor konstruksi, antara lain pembangunan gedung sebesar 54% (20 Kasus), pembangunan jalan 24% (9 kasus) sisanya masing-masing sebesar 3% terjadi pada pembangunan dermaga, irigasi, dan jembatan.

Bila dilakukan penjabaran lebih lanjut perihal korupsi pembangunan fisik berupa gedung ternyata paling banyak terjadi pada pembangunan kantor pemerintah dengan persentase kasus sebesar 32 % dikuti pembangunan rumah sekolah dan perguruan tinggi sebesar 27%, pembangunan rumah sakit sebesar 14 % dan selanjutnya secara merata sebesar 5-9% terjadi di pembangunan pasar, rumah ibadah, perumahan rakyat, dan terminal.

Ibrahim menambahkan, jumlah kerugian negara atau daerah akibat terjadinya korupsi di sektor PBJ selama kurun waktu 2013 sampai 2017 juga cukup fantastis, yakni sebesar Rp 275,24 miliar.*widi

Berikan Komentar

News Feed