oleh

6.000 Lowongan Magang di Sektor Konstruksi Dibuka untuk Mahasiswa

-SDM-23 Dibaca

Bandung –¬†KEMENRISTEKDIKTI bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuat program 6.000 lowongan magang di sektor konstruksi bagi mahasiswa. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi yang cukup besar setiap tahunnya.

Tandatangan kerja sama ini dilakukan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemenristekdikti, Ismunandar dan Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (8/4/2019).

Ismunandar mengatakan, teknologi jasa konstruksi berkembang pesat, namun teknologi di sektor ini justru bertolak belakang dengan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi.

Melihat kondisi itu, pemerintah berupaya memfasilitasi mahasiswa untuk terjun langsung ke industri jasa konstruksi dalam bentuk program magang. Tujuannya untuk menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Ini adalah salah satu hal kecil yang coba kita dorong untuk mengikuti perkembangan teknologi,” kata Ismunandar.

Ia menuturkan program ini diperkuat dengan Permenristekdikti No. 123/kpt/2019 tentang magang industri dan satuan kredit semester magang industri untuk sarjana. Artinya, program magang ini masuk dalam SKS perkuliahan.

Lebih lanjut dia menjelaskan 45 jam waktu magang setara dengan satu SKS dalam perkuliahan. Sehingga, mahasiswa tidak perlu khawatir lulus terlambat karena magang dengan waktu yang lama.

“Sudah ada beberapa universitas dan politeknik yang melakukan perjanjian kerja sama dengan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani mengatakan, untuk mempermudah akses magang, pihaknya akan membuat laman website yang rencananya bakal diluncurkan pada 2 Mei 2019.

“Di dalam laman ini nanti bisa milih mau magang di dalam negeri atau luar negeri,” ujar Paristiyanti.

Sedikitnya sudah ada 165 perusahaan BUMN yang siap menampung mahasiswa magang. Diprediksi program ini akan sangat diminati karena aturan yang memudahkan menimba ilmu di luar lingkungan kampus.

Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana menjelaskan setiap tahunnya dibutuhkan 1.000 tenaga kerja konstruksi. Namun, dari jumlah yang dibutuhkan baru 6,7 persen yang tersertifikasi.

Kehadiran program magang ini diyakininya bisa menjembatani kebutuhan industri dengan disiapkannya SDM berkualitas sejak dini. Nantinya industri jasa konstruksi tak lagi kesulitan mencari pekerja profesional.

“Ini menjadi cara kerja praktik di industri. Untuk konstruksi saja sebenarnya bisa mencapai 6.000 tempat magang yang bisa diakses karena di bawah naungan Kementerian PUPR,” pungkasnya.*kpu

Berikan Komentar

News Feed