oleh

Dua Hal Penting Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja

Jakarta – MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengatakan ada dua hal yang penting untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, yakni meningkatkan kompetensi pekerja dan memperbaiki sistem pengupahan.

“Kita terus meningkatkan akses dan mutu terhadap pelatihan kerja sehingga memacu produktivitas kita untuk terus meningkat,” kata Hanif dikutip dari detik.com, Selasa (2/10/2018).

Hanif yang membuka Pertemuan Organisasi Produktivitas Asia (Asian Produktivity Organization / APO) ke-59 mengatakan, tingkat produktivitas dan daya saing Indonesia saat ini sudah membaik. Keduanya juga prospektif dan memiliki peluang yang cukup kompetitif untuk bersaing dengan negara lainnya di tingkat ASEAN maupun Asia Pasifik.

Dia mengungkapkan, berdasarkan pengukuran produktivitas yang dilakukan Kemnaker bersama dengan Badan Pusat Statistik pada tahun 2017 lalu, tingkat produktivitas Indonesia mencapai Rp 79,66 juta per tenaga kerja. Angka itu naik sekitar 1,83% dari tahun sebelumnya.

“Kita mengundang dunia usaha dan masyarakat sipil untuk bekerja sama dengan pemerintah supaya para pekerja bisa memiliki kompetensi yang baik dan lebih produktif,” ujar Hanif.

Selain itu, pihaknya mengaku juga terus berupaya keras untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja agar tenaga kerja yang sudah berada di pasar kerja tidak keluar dari pasar kerja.

Caranya antara lain melalui penyempurnaan-penyempurnaan sistem pelatihan kerja, sistem standardisasi dan sertifikasi, penerapan norma-norma ketenagakerjaan di tempat kerja, perwujudan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan manajemen, perbaikan sistem upah dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, Kemnaker juga terus memperbaiki sistem pengupahan di Indonesia supaya ke depannya lebih berbasis produktivitas.

“Kami sudah mengkaji sistem pengupahan di Indonesia bersama serikat pekerja dan asosiasi pengusaha supaya kenaikan upah selaras dengan kenaikan produktivitas,” ujar Hanif.

Hanif berharap negara-negara anggota APO terus bahu-membahu untuk meningkatkan produktivitas anggotanya guna menyejahterakan pekerja

Pertemuan APO ke-59 ini dihadiri perwakilan dari negara Iran, India, Fiji, Jepang, Bangladesh, China, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philipines, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.

Setiap Tahun Anggota APO melakukan pertemuan rutin untuk membahas program dan kegiatan APO dalam rangka peningkatan produktivitas. APO sendiri adalah suatu organisasi negara-negara di kawasan Asia Pasific yang bersifat nonprofit, nonpolitik dan nondiskriminatif.*dtf

Berikan Komentar

News Feed