oleh

Tingkatkan Keselamatan Konstruksi, Kementerian PUPR Perbanyak Jumlah Ahli K3

-SDM-131 Dibaca

Jakarta – KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) memperbanyak jumlah tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat ahli K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) melalui program sertifikasi. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi.

Dirjen Bina Konstruksi Syarief Burhanuddin mengatakan, Kementerian PUPR terus melakukan penyempurnaan sistem penyelenggaraan konstruksi. Dalam mengerjakan semua tahapan pembangunan infrastruktur, dari perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian, pemeliharaan, dan pembongkaraan suatu bangunan konstruksi telah memperhitungkan dan melaksanakan  aspek keselamatan.

Untuk meningkatkan jumlah ahli K3 tersebut, diselenggarakan sertifikasi Ahli K3 yang diikuti oleh tenaga kerja konstruksi level direksi dan manajerial BUMN di bidang konstruksi.

“Langkah ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk selalu mengingatkan penyedia jasa tentang penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang sesuai dengan Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan,” jelas Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin pada acara Penandatanganan Pakta Komitmen K3 Konstruksi dan Sertifikasi Ahli K3 Batch V, di Jakarta, Senin (18/02/2019).

Sertifikasi Ahli K3 Batch V diikuti sebanyak 67peserta yang terdiri dari 22 orang setingkat Direksi dan 45 orang setingkat manajer dari beberapa BUMN yakni PT. Perumnas, PT. PP, PT. Waskita Karya, PT. Adhi Karya, PT. Bina Karya, PT. Wijaya Karya, dan PT. Nindya Karya. Sebelumnya, pada Batch I-IV kegiatan sertifikasi ahli K3 telah diikuti oleh sebanyak 283 orang peserta.

Sebagai upaya mencapai zero accident pada proyek konstruksi, Pemerintah pada Januari 2018 telah membentuk Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) yang  tugasnya adalah melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan konstruksi potensi bahaya tinggi, investigasi kecelakaan konstruksi, dan memberikan rekomendasi kepada Menteri PUPR.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pentingnya keselamatan konstruksi dalam membangun dan menjaga kredibilitas, baik sebagai seorang engineer, pelaksana maupun penyedia jasa.

“Pemerintah terus meningkatkan kedisiplinan masyarakat jasa konstruksi melaksanakan ketentuan K3 Konstruksi,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.*kpu

Berikan Komentar

News Feed