oleh

Gorontalo Buka Prakualifikasi Proyek RS Hasri Ainun Habibiev

Jakarta – PEMERINTAH Provinsi Gorontalo membuka prakualifikasi badan usaha pelaksana proyek pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasri Ainun Habibie. Proyek ini merupakan satu dari tiga proyek rumah sakit yang ditawarkan ke investor lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Berdasarkan keterangan dari laman resmi Pemprov Gorontalo, Senin (1/9/2018), tahap prakualifikasi ini dibuka hingga 4 Oktober 2018. Badan usaha ditawarkan untuk membangun, membiayai, mengadakan adat medis dan non medis, dan memelihara fasilitas kesehatan rumah sakit.

Investasi pengembangan RSUD Hasri Ainun Habibie diperkirakan mencapai Rp841,8 miliar. Dana sebanyak itu antara lain dibutuhkan untuk membangun 257 unit tempat tidur pasien. Badan usaha yang tertarik menggarap proyek tersebut diharuskan bisa memperoleh pembiayaan dan memiliki modal minimal 30% dari nilai investasi.

Sementara itu, skema pengembalian investasi yang ditawarkan menggunaka skema ketersediaan layanan atau availibility payment yang bersumber dari APBD Gorontalo. Pembayaran akan dikucurkan bertahap selama 20 tahun.

Proyek KPBU RSUD Hasri Ainu Habibie sudah ditawarkan ke badan usaha dalam acara penjajakan minat pasar atau market sounding di Jakarta pada Juli 2018 lalu.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan, pengembangan rumah sakit merupakan bagian dari upaya Pemprov Gorontalo untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat provinsi berjuluk Negeri Serambi Madinah tersebut.

RSUD Hasri Ainun Habibie diharapkan bisa membuat Pemprov Gorontalo mampu melayani seluruh pengguna fasilitas BPJS Kesehatan.Rumah sakit ini juga diproyeksi menjadi pusat rujukan di Kawasan Timur Indonesia.*bc

Berikan Komentar

News Feed